Ditampar

Ohoho... Jangan kaget dulu baca judulnya.

'ditampar'

Ada yang udah pernah ditampar? Rasanya lebay banget kalau misalnya kita marah terus nampar orang. Tapi yaah itu dia, tamparan emang menandakan kalau kita memang marah buanget buanget dan udah diluar batas.

Yap, aku lagi ditampar sekarang. Untungnya nggak dengan keras, cuma tamparan halus aja. Tapi udah cukup bikin aku malu banget sama kelakuanku.

Whhoo, siapa yang nampar? TUHAN.

Yeah, aku ngerasain banget kalau aku sekarang lagi ditampar sama Tuhan. Hari ini hari terakhir di bulan pertama di 2010, tapi aku belum nunjukin perubahan yang bagus. Oke, ada banyak hal yang emang berubah di sekitarku, tapi sifat jelekku sendiri tetep nggak berubah, malah tambah parah.

Padahal dulu di akhir 2009 aku bikin resolusi seabrek sampe aku sendiri nggak bisa inget apa aja. Tapi kayaknya catatan resolusi itu cuma jadi kertas yang dilipet terus diselipin di buku.

Itu dia kenapa Tuhan nampar aku. Perfect timing emang, sebelum nantinya aku malah jadi tambah parah. Tahu nggak salah satu resolusi yang aku buat?

Lebih taat sama Tuhan. Tapi apa yang aku lakuin sekarang? Yang aku dapet cuman hari-hari nyapein yang sibuk banget tanpa sedetik pun nyentuh Alkitab. Oke aku emang masih punya waktu buat berdoa. Tapi tetep aja rasanya kosong dan nggak ada artinya.

Aku mulai sadar kalau aku lagi ditegur sama Tuhan waktu:

1) Bu Rien, guru BK, dateng ke kelas buat ngasih banyak wejangan. Aku jadi sadar kalau selama ini aku agak melupakan sekolahku. Padahal hal penting yang harus aku lakuin buat masa depanku sendiri itu belajar. Tapi aku malah lebih meduliin hal lain.

2) Persekutuan Doa kemarin Jumat. Yap, aku banyak mimpi + ngarep banyak hal tapi rasanya persiapanku masih kurang banget. Padahal kita akan menuai apa yang kita tabur.

3) Hari ini waktu ndengerin firman di gereja. Aku tertelan kesibukan. Tertelan sampai bener-bener tercerna halus. Dan aku bener-bener waktu inget kalau selama ini kesibukanku ngalahin waktuku buat Tuhan.

Hueehh, aku bener-bener malu banget. Aku udah banyak ngelupain kewajibanku tapi malah ngurusin hal-hal yang sebenernya menyimpang banget dari tujuan awalku.

Untungnya Tuhan udah ngingetin aku dari sekarang. Dan nggak nampar aku pake masalah yang super duper ribet banget.

Sekarang aku cuma mau nyegerin ingatanku lagi tentang mimpi-mimpiku di zaman jebot. Inget perjuanganku masuk SMA dengan berlumuran darah (halah, lebay), inget manisnya rasa bangga masuk SMA yang kuereenn banget, inget janjiku sama Tuhan menjelang baptis, inget komitmenku buat Tuhan di 15 menit sebelum tahun 2010, dan inget kalau sekarang belum terlambat buat balik ke mimpi awalku dan nyerahin waktuku sepenuhnya buat Tuhan, bukan buat apa pun.

Oh iya, ada video keren juga lhooo! Aku dapet dari dong haeng. Keren! Judulnya Priority. Arrgghh, bener-bener ngejleb banget sampe nembus nggak bisa ketarik lagi!


Teloleloootttt....

Backsound: Telolet.. telolet.. teloleloleleeeetttt… (lagunya es krim walls)

Wuooohoho, akhirnya bisa buka blog lagi. Yaah, berhubung karena nggak bisa buka internet dari komputer karena modemnya nggak bisa dinyalain karena telepon rumah ada gangguan yang nggak tahu penyebabnya apa. AKHIRNYAAA!!

Oh iya, sudah diputuskan juga kalau saya akan tetap memakai blog ini walaupun juga udah punya yang di wordpress. Jadi, tinggal copas aja. Uehehe... Oh iya, sekalian kasih link ke blogku di wordpress: the east star

Aaah, sudahlah, oh iya, sekitar beberapa bulan yang lalu aku baca sebuah tulisan dari internet yang buaagusss banget. Tapi aku kelupaan terus buat nulis di sini. Beginilah ceritanya…

Suatu hari, ada seorang profesor dari universitas terkenal. Profesor itu mengajukan sebuah pertanyaan ke mahasiswa-mahasiswanya, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?” Ada satu mahasiswa yang menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya.” Profesor itu bertanya lagi, “Tuhan menciptakan SEMUANYA?” “Ya, Pak, SEMUANYA,” jawab mahasiswa tadi.

Profesor itu lalu berkata, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa tadi hanya diam saja dan tidak bisa menjawab hipotesis sang profesor. Profesor tadi merasa menang dan menyombongkan diri karena telah membuktikan bahwa agama itu hanyalah sebuah mitos. Tiba-tiba seorang mahasiswa lain mengangkat tangannya dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?” “Tentu saja,” jawab profesor.

Mahasiswa itu lalu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” tanya si profesor diiringi dengan tawa mahasiswa lainnya. Mahasiswa tadi menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

Mahasiswa itu lalu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?” Si Profesor menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa tadi berkata, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?” Dengan bimbang profesor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.” Profesor itu terdiam.

Mahasiswa yang berani menentang profesor tadi adalah seseorang yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga kita, Albert Einstein. Dan hebatnya ini benar-benar sebuah kisah nyata.

Keren kan? Orang jenius aja bisa mengakui keberadaan Tuhan, bukannya malah sombong sama kepintarannya sendiri. Huehh hueeh, mau berapa kali dibaca pun rasanya tetep terpesona sama tulisan ini.

Udah, ah, capek!

Feel Like a Traitor

Traitor... Yes, I'm a traitor.

Why? Well, simple thing actually.

Last few days ago my computer teacher told me (and my friends of course) that we had to make a blog. Not a big problem for me, I've already had a blog right? But then she said that we had to make our own blog in wordpress, not blogspot.

Great. NOOOO WAAYYY!! I hate wordpress, that's why I made my blog in blogspot.

Well, it seems like a goodbye for me. Huueehh, I don't know whether I'll still use this blog or not. It's getting troublesome for me to write in two different blog.

But I really am enjoying blogging. It's a nice thing after all. And maybe it's just the same thing whether I'll write in this blog or the new one. Yes, I had made the new one in wordpress. And I named it, wait I forget, aarh, The East Star. Yap.

Why? Because I remembered the night when Jesus was born. There was a shining star which guided 3 kings to the place where Jesus was. And I thought it was pretty interesting. You know, I always want to be a shine in the middle of dark. Yeah, it's also writen in Bible anyway.

Maybe I'll try to use this blog, but I don't promise it. I'll try. Guess what? I'm gonna write my first post in wordpress after I finish here. Hehe, I really feel like a traitor. I don't care, it's just about blog after all.

MIMPI *teroret rorreett (critane backsound mistis)

Siapa coba manusia yang nggak pernah sekalipun mimpi waktu tidur? Entah itu mimpi sampai bikin ngiler atau bahkan mimpi berjalan, yang penting pasti kita pernah mimpi. Dan nggak semua mimpi itu menyenangkan untuk diingat. Betul?

Yaap, dan aku telah menjadi salah satu korbannya. Kenapa korban? Karena saya cukup tersiksa dengan mimpi yang terakhir kali saya ingat. Mimpi apakah itu?

Erm, mimpinya sebenarnya cuma sebentar. Beneran, bueenttaaarr banget, tapi efeknya bisa sampai berhari-hari.

Dan... aku agak malu nyeritainnya. Nggak cuman agak, tapi malu banget, sangat, amat, sekali, pokoknya kalau malu itu kanker, berarti rasa maluku udah stadium 4. Tapi jangan berpikir macam-macam. Mimpiku bener-bener cuma mimpi yang simple. Sangat amat sangat duper simple. Tapi bisa ngerusak cara kerja otakku.

Jadi, mending aku nyeritainnya pake perumpamaan aja. Oke oke? Jadi begini. Aku lupa awal mimpiku kayak apa. Aku cuma inget bagian kecilnya aja. Tapi sayang, bagian kecil itu bagian yang paling menyiksa. Jadi, begini kira-kira yang sedang saya alami sekarang.

Jadi begini. Begini. Begini lho (halah, kapan mulainya?). Umpamakan Anda setiap hari makannya cuma tempeeeee terus. Pokoknya tiada hari tanpa tempe. Anda sebenarnya tahu di luar sana ada makanan yang namanya nugget. Anda pasti tahu nugget kan? Makanan yang dari luarnya biasa aja, tapi kalau dimakan bisa bikin ketagihan dan sangat praktis untuk dimasak (menurutku lho).

Nah, walaupun Anda tahu ada makanan yang namanya nugget, tapi Anda tidak pernah tertarik sama makanan itu. Anda hanya menjalani kehidupan Anda sehari-hari, yaitu makan tempe. Tetapi suatu hari Anda bermimpi, bahwa Anda sedang berhadapan dengan brokoli di pasar. Namun secara tak disangka ada nugget yang menghampiri Anda. Anda sangat kaget ada nugget yang menghampiri Anda dengan tiba-tiba. Maklumlah, biasanya juga makan tempe. Anda mencium bau nugget itu dan Anda sangat suka dengan baunya. Lalu Anda terbangun. Yah, hanya seperti itu saja mimpiku! Simple bukan?

Tapi bukan itu masalah utamanya. Begitu di dalam mimpi Anda mabuk dengan aroma nugget, Anda tiba-tiba saja terbangun! Dan saat Anda terbangun, Anda langsung berpikir "sepertinya saya menyukai nugget". Padahal Anda belum pernah makan nugget.

Lalu Anda memutuskan untuk membeli nugget di supermarket, dan Anda langsung memasaknya lalu memakannya. Tapi anehnya, Anda tidak terlalu suka dengan rasa nugget itu. Enak memang, tapi rasa suka Anda terhadap nugget tidak sebesar rasa suka Anda di dalam mimpi. Aneh kan?

Tapi ternyata setelah mimpi itu, Anda jadi terbayang-bayang dengan nugget. Dan Anda mulai berpikir bahwa mungkin sebenarnya Anda memang menyukai nugget. Lalu Anda pun bingung, apakah Anda harus membeli dan memakan nugget lagi? Karena rasanya nugget itu mengacaukan otak Anda, dan Anda mulai membayangkan Anda memakan nugget yang sangat enak.

Ermhh, yaah, begitulah keadaan yang sedang kualami. Perlu saya tegaskan lagi, tadi itu hanya perumpamaan, sangat impossible bagi saya untuk mempermasalahkan mimpi tentang nugget dan tempe.

Anehnya, saya tidak pernah bermimpi lagi sejak saya mimpi aneh tadi. Mungkin. Aku juga agak ragu. Soalnya mimpi itu sudah benar-benar merusak cara kerja otakku dan sekarang akibatnya aku jadi takut tidur.

Bingung? Aku juga bingung. Intinya aku mimpi tentang sesuatu yang sangat mengagetkan dan... erm, menyenangkan. Tapi, di kenyataannya sangat jauh berbeda. Yap, waktu aku bangun ke realita, ternyata semuanya jadi beda banget, beda 180 derajat. Dan itu yang paling nyebelin.

Kenapa ya kita nggak bisa milih mimpi kita? Eh, bisa kalau kita menguasai lucid dream. Tapi sayangnya aku nggak bakalan nyampe seaneh-aneh itu.

Tapi ada juga hal yang aneh, waktu aku lagi mikirin 'bahan-utama-pembuat-mimpi-itu-jadi-menyebalkan', 'bahan-utama' itu tahu-tahu langsung datang dengan cara yang mengagetkan juga.

Jadi, haruskah aku makan 'nugget'-nya?

Mengikuti Panduan: "Muntahkan Saja Semua!"

Wohooo.. Sudah lama saya tidak menyentuh kemajuan teknologi bernama blog. Yaah, selain karena terlena dengan damainya liburan, otakku juga akhir-akhir ini agak bruwet.

Eheheh, mau cerita apa ya? Oh iya, kayaknya ada banyak yang mau diceritain.

1.       1)Aku lagi mikirin tentang cara orang-orang ngobrol. Kadang aku ngerasa ada orang yang cerita tentang hal yang bener-bener nggak penting dan nggak menarik, pokoknya nggak bisa ngasih inspirasi, atau minimal nggak bisa ngehibur. Sebelnya lagi, orangnya itu njelasin hal nggak penting tadi dengan super duper rinci dan lamaaaa banget. Lhah tambah parah kan? Ada juga temenku yang cara ngomongnya tu bener-bener bikin bosen. Kalau udah kayak gitu, biasanya aku cuma pasrah diem, terus nanggepin nggak jelas, cuma hah hoh hah hoh aja. Ambil contoh aja, kadang aku nggak ngerti sama orang yang ribet banget urusan baju. Kayak misalnya ada acara kumpul bareng, pasti hal pertama yang mereka pikirin adalah baju. Aku sering denger orang bilang:

“Aduuhh, aku nggak mau ikut acara sekolah besok ah, nggak punya baju baru nih.” Lhah, mau ke acara sekolah atau fashion show?

“Eh, eh, eh, aku mau beli baju model kayak gini lho blablabla, terus motifnya blablabla, itu lho kayak yang dipake sama blablabla, tapi bedanya yang ini blablablabla, bagus nggak? Tapi harganya mahal banget! Enaknya beli nggak ya? Atau buat beli rok aja? Aku nemu rok bagus banget lho, keren banget, bentuknya tuh blablablablabla….” AAAARRRGGGHHHH!! Beli baju aja ribet banget! Aku aja kalau beli baju cuma titip ibuku terus pesen yang nggak aneh-aneh. Dan apakah penting untuk membahas rencana-membeli-baju? Mending kalau bajunya buat ketemu presiden, lhah ini cuma buat diliat-liat di kaca toilet mall.

Terus ada juga yang, “Iiihh, lihat deh si X, pake rok pendek banget! Jijik banget!” Tapi besoknya dia juga ikut-ikutan pake rok puendeekk banget.

Atau ada juga yang selalu nanya penampilan baju mereka. Dan yang lebih nyebelin lagi, ada juga yang sering banget merhatiiin baju yang AKU pakai. Padahal tahu sendiri aku keseringan pake kaos dan celana jins. Apanya yang mau diperhatiin? Well, lagian kenapa harus ribet banget? Yang penting kan dari segi kenyamanannya. Asalkan kita nyaman sama baju itu, baju itu pasti bakalan keliatan cocok di badan kita, nggak harus jadi banci trend mode masa kini. Begitu trend berubah, ikut-ikutan berubah, tunjukkin aja pendirian kita. Kan keren kalau punya style sendiri, daripada ngikutin majalah atau borong baju di mall.

Terus juga masalah cowok. Aku males banget liat cewek yang klepek-klepek cuma gara-gara liat muka cowok. Contohnya aja tuh artis Korea, yang namanya Suju atau apalah itu. Banyak yang ribut, “Ihh, cakepan si ini.” “Enggak, si itu lebih cakep.” “Eh, dia jelek banget tau! Mendingan juga ini!” Ohh mmyyyy goosshhh!!! Oke, aku ngaku kalau aku emang nggak suka sama artis-artis Korea, tapi aku bingung banget, darimana mereka bisa bilang yang paling cakep tuh si inilah, si itulah, si ini itulah, si itu inilah. Padahal perasaan kalau dilihat-lihat muka mereka tuh sama aja! Beneran! Sumpah aku nggak bisa bedain muka mereka! Dan, maaf, aku juga sedikit ngeri sama mereka, soalnya kayaknya mereka sering banget dandan ke salon dan foto sok imut. Ehm, siap-siap dikeroyok fans Korea nih. Tapi ini cuma dari sudut pandangku aja, mungkin salah, tapi tetep aja aku serem liat muka mereka.

Nah nah nah, utunglah di SMA ini aku sedikit terselamatkan, aku lebih banyak nemuin orang yang obrolannya cocok sama aku di SMA, rasanya walaupun bahan omongannya itu nggak jelas, tapi bisa menarik. Aneh kan? Terus bahan obrolan yang menurutku nggak penting juga jarang diomongin sama mereka. Huehe, enak kan? Yaah, tapi kadang masih ada sempilan-sempilan pembicaraan yang sedikit membuat alis mataku saling mengkerut.

2.      2) Aku juga lagi sedikit memikirkan tentang satu hal yang punya beribu cerita di hidupku. Apakah itu? Hemm, itu adalah satu kata dari sekian kata yang menguntai indah nama lengkapku. Nama lengkapku Mutiara Anggi Damayanti Nainggolan. Ada yang merasa aneh? Syukur beribu syukur kalau nggak ada yang ngerasa aneh. Karena kebanyakan orang yang mendengar nama lengkapku, pasti akan tertarik dengan nama belakangku, errm, yang kumaksud bagian ‘Nainggolan’nya.

Kenapa aku bisa punya nama seperti itu? Karena ‘Nainggolan’ adalah nama bapakku alias nama keluargaku alias nama marga. Marga? Ya, marga. Jadi, bapakku adalah seorang laki-laki yang lahir di Medan dan akhirnya memutuskan untuk melanjutkan nama kebesarannya itu ke anak-anak tercintanya. Malangnya, ada satu anaknya yang SEDIKIT tersiksa dengan nama itu. Lhah kok bisa? Masih segar di ingatanku bagaimana semua kisah itu dimulai. Kejadiannya saat aku lagi main sama tetanggaku dan pembantunya. Waktu itu kalau nggak salah aku masih TK.

P: pembantu tetanggaku, T: tetanggaku, A: anak malang (baca: aku)

Latar : kita lagi bahas tentang nama lengkap.

T: Nama lengkapku blablablabla (sensor).

P: Kalau kamu? (tanya ke aku).

A: Mutiara Anggi Damayanti Nainggolan.

P & T: (bengong) Siapa?

A: Mutiara Anggi Damayanti Nainggolan.

P & T: Siapa, siapa?

A: Mutiara Anggi Damayanti Nainggolan.

P & T: Hahaha, yang paling belakang tadi apa?

A: Nainggolan.

P & T: Ahahahha!! Siapa??

A: Nainggolan.

P & T: HUAAHHHAAHHA??? NAMANYA LUCU!!

A: (bengong + pasrah nerima nasib).

Berlanjut ke SD… Sialnya waktu SD aku punya temen sekelas yang kebetulan juga orang Batak. Bahkan cara ngomongnya juga Batak banget. Dan alhasil, nama terakhirku pun lumayan terngiang-ngiang di masa-masa akhir SDku.

Berlanjut ke SMP… Bahkan saat aku kelas 1 SMP, nama itu juga membawa malapetaka bagiku. Tahu sendiri kan, banyak banget yang sering ngejek nama orang tua, nah, biasanya kan nama orang tua ada di nama belakang kita, alhasil aku pun dengan mudahnya dijadikan korban.

Berlanjut ke SMA… Jeng jeng jeng… Sumpah yang ini lebih parah dari semuanya. Hiks hiks, banyak banget yang manggil aku dengan nama itu. Bahkan sekarang udah banyak dimodifikasi, katanya biar lebih enak kalau manggil aku. Hueehhh hueehh, aku sangat merindukan panggilan “Anggi.” Bahkan baru-baru ini, salah satu temenku yang biasanya NGGAK pernah manggil aku dengan sebutan itu, tahu-tahu manggil aku dengan nama historis itu!! Parahnya lagi, guru olahragaku juga udah ikut-ikutan!!! Arrgghh, tidakkk!

Banyak yang bilang harusnya aku bangga sama nama itu, kenyataannya nama itu kan berasal dari leluhur-leluhur ku. Tapi, gimana aku bisa bangga kalau aku nggak tahu gimana asal-usul nama itu, well, aku juga nggak tertarik buat nyari tahu. Yaah, sudahlah, terima saja. Banyak juga yang kaget waktu tahu kalau aku ada keturunan Batak, soalnya aku bener-bener nggak mirip orang Batak. Oh iya, tapi walaupun begitu, saya tegaskan, bahwa SAYA ADALAH ANAK JOGJA!! Nggak peduli walaupun ada darah Batak yang mengalir dalam tubuh saya, tapi tetap saja SAYA ANAK JOGJA karena saya lahir di Jogja!! Ibukku yang ngalirin darah Jogja ke tubuhku. Pokoknya SAYA ORANG JOGJA!!

3) Terus juga mau cerita soal Natalan sekolah yang diadain kemarin Sabtu. Wohoho, bisa terbilang sukses lho hasil karya anak PSKP dan KPK angkatanku ini. Dan waktu acara itu aku juga nemuin fakta yang cukup mengagetkan. Tapi nggak usah diceritainlah. Terus aku juga jadi tahu beberapa fakta tentang sekolahku dari kakakku. Tentang lagu PWR yang ternyata udah jebot banget (bayangin, 10 tahun yang lalu udah ada mameenn, dan nyampe sekarang masih dipertahanin sama anak PSKP dan KPK, salut banget!), fakta tentang wali kelasku yang ternyata adalah mantan guru SMA JB dan dari 10 tahun yang lalu beliau memang selalu membiarkan siswa-siswanya ribut di kelas, dan juga tentang ehm, salah satu ruangan kelas yang angker, tapi yang ini kakakku nggak cerita panjang lebar, nggak tahu kenapa, tapi keliahatan banget dia nyembunyiin sesuatu yang sebenernya pengen diceritain. Terus juga cerita soal guru agamaku yang tak pantang menyerah menanyakan kabar kakakku lewat aku (jadi korban), guru musik di sekolahku (no comment), terus juga tentang PSKP. Dan herannya, semua bahan obrolan tadi dibuka dengan pertanyaan, “Hayoo, kamu udah punya pacar belom?”

Hehhh? Ngapain tanya soal kayak gitu? Udah jelas aku bakal jawab enggak, tapi kaget juga tahu-tahu ditanyain kayak gitu, tapi aku tetep sok cool ngejawab, “Belom.”

Terus kakakku tanya lagi, “Temenmu udah banyak yang punya pacar?” Oh Tuhan, haruskah pembicaraan ini menjadi sangat panjang?

Aku cuma jawab, “Nggak juga.” Aku jawab kayak gitu biar kakakku nggak tanya panjang lebar. Coba kalau aku jawab ‘Iya banyak yang udah punya pacar’, hueeh, pasti dia bakalan tanya, ‘Lho kamu kok belom?’, dan akhirnya pembicaraan seperti itu nantinya akan sangat panjang.

Udah ah, capek nulis. Hoho, puas nulis.

Nunggu download+Nostalgia+Klise

Huaahhh.. Dari tadi nungguin download film lama banget, disambi nge-blog aja lah..

Tadi aku barusan nostalgia bentar sama kehidupanku SMP ku. Gara-gara liat profile beberapa temen-temen SMP ku lewat fb. Yaah, setelah kupikir-pikir, temen-temen SMP ku itu keren lho. Kalau dilihat kayaknya mereka udah ada di jalan mereka sendiri sekarang, udah nemuin jati diri yang bikin mereka nyaman. Well, nggak semuanya sih, ada beberapa yang nggak berubah dan tetep stuck di 'jalur' SMP mereka. Tapi ada beberapa yang udah, uhm, sebut aja sukses sebagai anak SMA kelas 1. Beneran nggak bohong, they're really cool now. Padahal dulu waktu SMP nggak nyampe kayak gini. Jadi nggak bisa nahan senyum waktu inget masa-masa SMP. Yaah, begitulah pokoknya.

Erm, oh iya, beberapa hari kemarin aku naik trans jogja sama 2 temenku. Kita rencananya mau nonton di Amplas. Nah, karena suatu kesalahpahaman, terpaksa kita harus naik TJ yang jalurnya agak muter. Sampai akhirnya kita harus transit di shelter depan rumah sakit Dr. Yap. Waktu lagi nungguin busnya dateng, ternyata juga ada bule cewek dan 2 mas-mas yang nunggu bus. Bulenya lumayan cantik. Terus 2 mas-mas tadi dandannya udah dibuat sekeren mungkin, tapi jujur, tetep aja aneh.

Aku, 2 temenku, 2 mas-mas tadi nunggu bus sambil duduk di kursi. Nah, si bulenya berdiri. Terus salah satu mas tadi manggil si bule, "Miss!" sambil berdiri. Ceritanya si mas itu mau nawarin bule tadi tempat duduk. Tapi si bule jawab, "Nggak usah." Hmm, ternyata dia udah lancar ngomong Bahasa Indonesia. Si mas tadi akhirnya duduk lagi di tempatnya.

Karena busnya lama dateng, si bule duduk di tangga. Mungkin kakinya udah pegel. Singkat cerita, bus yang aku tunggu dateng, langsung aja aku sama 2 temenku naik busnya. Ehh, ternyata si bule sama 2 mas-mas tadi juga naik bus yang sama. Nah, di dalem bus itu ruuaamme banget. Banyak banget penumpangnya. Karena nggak dapet tempat duduk, terpaksa kita harus gelantungan di bus. Aku sama salah satu temenku gelantungan di depan. Temenku yang satunya kedorong-dorong dan terpaksa dia gelantungan jauh di belakang. Kedua mas-mas tadi juga gelantungan di depan. Pokoknya cukup deket dari tempatku. Sedangkan si bule gelantungan di belakang.

Dan naas sekali nasib orang yang gelantungan. Kebetulan supir busnya rada sembarangan nyupir bus. Jadi harus pegangan yang kuat waktu ada belokan, mau berhenti, atau mau jalan. Sempet pernah mau nabrak mobil. Dan alhasil terjadilah rem mendadak. Padahal yang gelantungan banyak banget. Jelas aja pada mau jatuh semua. Malah ada beberapa orang yang jatuh.

Setelah sampai di suatu shelter, ada lumayan banyak orang yang turun dari bus. Jadinya ada lumayan juga kursi yang jadi kosong. Tapi ada satu yang bikin aneh. Waktu ada kursi kosong di deketku, si mas, yang tadi nawarin duduk ke bule cewek itu, dengan santai duduk di kursi. Padahal ada banyak cewek yang gelantungan. Bahkan ada juga kok orang tua yang gelantungan. Tapi dia dengan santainya malah duduk di kursi itu. Ciihh, padahal tadi pas di shelter sok-sokan nawarin duduk ke bule, naah sekarang, ada banyak banget manusia yang perlu duduk, kenapa nggak dia tawari?

Well, aku nggak butuh ditawari tempat duduk, tapi kasihan kan orang-orang yang lain? Haallooo, ada orang tua juga lho yang gelantungan. Mentang-mentang si bulenya ada di belakang, yaah, aneh banget kan kalau dia cuma mau nawarin duduk orang bule.

Agak nggak penting sebenernya, tapi cukup bikin ketawa aja. Dan emang harus diakui, cara memperlakukan orang yang kayak gitu udah banyak terjadi. Udah klise banget. Tapi tetep aja selalu bikin geli.

Could you guard this 'post'?

Hueehh, aku baru aja liat salah satu video dari donghaeng. Judulnya Duty. BUAAGUUSSS BANGEEETTT lhoo!!! Sumpah aku sebel kenapa aku selalu nggak bisa nahan nangis waktu liat video-video donghaeng. Waktu liat yang ini aja mataku langsung jadi berkaca-kaca alias mbrambangi. Diliat yaa! Sekali buka, harus nonton sampai selesai! Kalau nggak pasti bakalan nyesel seumur hidup...

Sedetik sebelum aku liat video ini, aku sempet mikir sama tujuanku hidup. Sampai sekarang, kalau ada yang tanya sama aku, “Kamu besok mau jadi apa?” Aku pasti bakalan diem dan nggak bisa jawab apa-apa. Yepp, aku masih bingung banget buat nentuin masa depanku.

Aku jadi inget waktu ngobrol sama temen-temenku yang satu ekskul sama aku. Kita waktu itu lagi ngobrol tentang alasan kenapa kita ikut ekskul PJRC (ekskul PMR di sekolahku). 2 temanku tadi jawab kalau alasan mereka karena mereka pengen jadi dokter. Jegleerr!! Sumpah aku kaget banget. Aku nggak pernah kepikiran kalau ternyata mereka punya tujuan yang sangat penting buat masuk ekskul ini. Bahkan sampai nyangkutin masa depan mereka. Dan setelah kuamati lagi, emang kebanyakan temen-temenku yang ikut ekskul PJRC itu gara-gara pengen jadi dokter.

Nah lho, sekarang aku bener-bener ngerasa kesasar. Bukan kesasar tapi tepatnya kayak orang yang nggak punya tujuan. Jujur, motivasiku buat ikut PJRC nggak sehebat mereka yang sampai memikirkan masa depan. Motivasiku cuma pengen lebih banyak nglakuin hal-hal yang bisa berguna buat orang lain. Dan aku heran banget kenapa mereka bisa sehebat itu bilang kalau mereka mau jadi dokter. Aku heran banget sama keyakinan mereka, mereka cepet banget bisa nentuin cita-cita. Padahal aku aja masih bingung akut.

Aku tambah kaget waktu tahu kenyataan bahwa alumni sekolahku yang dulu ikut ekskul PJRC, banyak yang sekarang masuk FK atau KU. Terus aku juga inget ada temenku yang juga satu ekskul bilang, “Nggi, semoga kita besok bisa masuk kedokteran ya!” Lhah? Apakah semua manusia di PJRC bercita-cita menjadi dokter? Terus ada juga temenku yang pernah tanya, “Besok kamu mau masuk KU atau FK?” Lhah? Apakah sudah jelas bahwa cita-cita semua orang hanya dokter? Bapakku akhir-akhir ini setelah terima rapor kemarin juag semakin gencar bilang, “Dek, jadi dokter itu enak lho. Sekarang sekali suntik 100 ribu, besok waktu kamu lulus pasti udah jadi 300 ribu, obat aja sekarang juga udah mahal, kayalah kau nanti.” Lhah? Apakah semua orang pengen jadi dokter??

Memang dulu waktu sekitar SD sampai SMP, aku pengen jadi dokter, tapi sekarang rasanya malah jadi aneh. Aku suka ngobatin orang, ngerawat orang, nyembuhin orang, tapi apakah itu artinya aku harus jadi dokter? Dari mana ya temen-temenku bisa seyakin itu nentuin cita-cita mereka mulai dari sekarang? Dibisikin sama jin apa ya? Aku juga pengen kayak gitu. Tapi sekarang rasanya masih bener-bener nggak tahu arah. Apalagi aku juga jadi bingung kalau aku inget satu pertanyaan, “Buat apa kamu dilahirkan di dunia?”

Waktu aku baru mikirin semua kebingunganku tadi , selang beberapa detik kemudian aku liat video ini. Sebelumnya emang belum pernah nonton. Kemarin aku download tapi baru nonton hari ini. Dan rasanya semua kebingunganku tadi terjawab. Cuma satu jawabannya. ‘I will praise the Lord alone unto eternity.’

Jadi…

Could you guard this ‘post’?